Budaya Perayaan Kemerdekaan di Berbagai Negara

 

Tujuh belas Agustus tahun empat lima,

Itulah hari kemerdekaan kita,

Hari merdeka, nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia,

MERDEKA !!!

 

Hallo spekters, siapa nih yang baca lirik lagu tadi sambil nyanyi di dalam hati ? hayooo ngaku J

Sebelum ngelanjutin nyanyi, yuk baca dulu artikel dari mimin !!!

 

Bulan Agustus identik dengan nuansa merah putih yang meriah, mulai dari desain kemasan produk yang kita gunakan sehari-hari sampai dengan gang dan pelataran rumah kita. 17 Agustus adalah tanggal sakral bagi Bangsa Indonesia, tanggal dimana hasil dari perjuangan para pahlawan pendahulu kita diresmikan. Maka untuk mengenang jasa para pahlawan, semua rakyat Indonesia berlomba-lomba untuk memperingati dan memeriahkan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tapi ternyata tidak hanya Indonesia, Republik Gabon, adalah sebuah negara di Afrika bagian barat merayakan kemerdekaannya juga tepat pada tanggal 17 Agustus. Nah, tanggal 17 Agustus atau yang biasa kita sebut tujuh-belasa-an, juga identik sekali dengan berbagai perayaan yang membangkitkan semangat 45 para masyarakat, dari mulai perlombaan untuk anak-anak sampai perlombaan untuk orang dewasa. Beberapa lomba yang sudah tidak asing lagi di Indonesia adalah :

 

•Makan kerupuk

•Panjat pinang

•Lari kelereng

•Balap karung

•Memasukan paku ke dalam botol

•Balap bakiak

•Tarik tambang

•Gigit koin dalam semangka

•Perang bantal

•Sepeda lambat

•Pemecahan balon

•Rebutan kursi

 

Nah … pasti teman-teman sudah pernah mengikuti hampir semua lomba-lomba tadi kan ? Ternyata, selain di Indonesia, negara-negara lain juga punya caranya sendiri loh untuk memperingati hari kemerdekaan nya, diantaranya ada :

 

1. INDIA – Bermain Layangan Bersama

Dua hari lebih awal dari Indonesia, hari kemerdekaan India diperingati setiap tanggal 15 Agustus. Untuk merayakannya, biasanya perdana menteri India akan mengibarkan bendera India dan berpidato dari Benteng Merah Delhi. Keluarga di rumah juga merayakan dengan bersama menonton upacara bendera yang disiarkan langsung di Red Fort, New Delhi

Setelahnya, masyarakat di negara bekas jajahan Inggris itu berbondong-bondong pergi ke taman, dan ruang publik lainnya untuk menerbangkan layang-layang, yang merupakan simbol kebebasan nasional di seluruh India.

 

2. KOREA SELATAN - Grasi

Jatuh di tanggal yang sama dengan India, hari kemerdekaan Korea Selatan diperingati setiap tanggal 15 Agustus. Perayaan kemerdekaan Korea Selatan dikenal dengan istilah Gwangbokjeol.

Perayaan dimulai dengan upacara resmi di Aula Kemerdekaan Korea di Cheonan di mana presiden berbicara dan publik menyanyikan lagu resmi Gwangbokjeol.

Sama seperti negara-negara lain, bangunan dan rumah di seluruh Korea Selatan diharuskan untuk memasang bendera nasional. Dan ada satu hal yang unik, yaitu pada tanggal 15 Agustus, pemerintah Korea Selatan memberikan Grasi atau pengampunan/pemotongan masa tahanan bagi para terpidana khusus korea selatan

 

3. GHANA (Afrika Bag. Barat) - Menari Tradisional di Pantai

Sedikit menyebrang ke negeri hitam Afrika, di salah satu negaranya terdapat tradisi unik dalam menyambut dan memeriahkan hari jadi negara. Tanggal 6 Maret adalah tanggal bersejarah bagi Ghana di Afrika, tanggal tersebut merupakan cikal bakal dan juga menjadi sejarah dimana kala itu 6 Maret 1957 Ghana resmi lepas dari Inggris.

Bisa dikatakan Ghana termasuk dalam negara pertama dari Afrika yang meraih kemerdekaan dari bangsa Eropa. Saat ini kemerdekaan bersejarah dirayakan dengan kembang api, parade, dan pawai. Namun begitu, perayaan belum dirasa cukup tanpa adanya pertunjukkan musik dan tari di area pantai Kokrobite. Tradisi hip hop ala Afrika Barat juga turut memeriahkan suasana. Sebuah perlombaan khas di hari nasional mereka terletak di desa pemancingan Shama.

 

4. REP. AFRIKA SELATAN – Menyanatap Fitur Braai

Tanggal 27 April menjadi tanggal yang istimewa bagi orang Afrika Selatan. Selain sebagai hari kemerdekaan, tanggal 27 April 1994 juga menjadi hari terpilihnya Nelson Mandela sebagai presiden pertama Afrika Selatan sekaligus menandai berakhirnya Rezim Apartheid atau sistem pemisah ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih kepada rakyat Afrika Selatan sejak tahun 1948.

Untuk merayakannya, orang Afrika Selatan akan mengundang teman atau keluarga untuk menyantap fitur braai atau daging panggang.

 

5. PRANCIS (Bastille Day) – Parade Militer

Tanggal 14 Juli merupakan Bastille Day atau hari kemerdekaan bagi rakyat Perancis. Peristiwa revolusioner yang terjadi di Paris dan sebagai tanda dimulainya Revolusi Perancis di th 1789. Jika kamu berkesempatan mengunjungi Prancis pada tanggal 14 Juli, kamu mungkin akan kesulitan menemukan toko atau restoran yang buka di hari itu. Orang-orang akan menutup toko dan restoran untuk merayakan hari istimewa ini bersama keluarganya.

Perayaan Bastille Day sendiri dimulai dengan parade militer di Champs Elysees dan berakhir dengan pesta kembang api di Menara Eiffel di malam hari. Untuk memeriahkan, warga Prancis akan membuka pintu rumah mereka selebar-lebarnya dan mengundang tetangga untuk berpesta sepanjang hari. Selain itu juga Sekitar pukul 21.00 malam hingga 04.00 pagi markas petugas pemadam kebakaran dibuka untuk umum sehingga warga bisa mengunjungi mereka untuk menari, minum-minum, dan berpesta. Tradisi ini dikenal dengan Firemen's Ball.

 

6. NORWEGIA – Makan Es Krim dan Sosis Sepuasnya

Perayaan Hari Konstitusi Norwegia pada 17 Mei di Oslo selalu diwarnai dengan warna merah, putih dan biru. Warga dari segala usia ikut meramaikan momentum istimewa ini. Ribuan anak mengenakan pakaian tradisonal yang disebut bunad. Mereka kemudian berbaris di jalanan, dan melakukan pawai melewai Istana Kerajaan.

Yang tidak kalah uniknya saat itu juga warga Norwegia memakan es krim dan sosis sebanyak-banyaknya. Selain es krim, mereka juga akan merayakan hari kemerdekaan dengan memberikan hadiah berupa sarapan “Block Party Style” untuk keluarga, saudara, dan teman-teman mereka.

 

7. KANADA – Parade Pasukan Penerbangan Snowbird

Hari kemerdekaan Kanada diperingati setiap tanggal 1 Juli. Biasanya masyarakat akan bersuka ria merayakan berbgai parade atau karnaval di seluruh sudut kota. Melakukan piknik, menonton kembang api, atau menonton konser gratis di pusat kota.

Namun, Ottawa, ibukota Kanada, memiliki rangkaian acara paling banyak.

Pertunjukan paling seru adalah parade pasukan penerbangan Snowbirds di Parliament Hill, di mana tim penerbangan Pasukan Kanada melakukan pertunjukan udara di atas Ottawa Peace Tower.

 

8. AMERIKA SERIKAT – Festival Kembang Api di New York

Kemerdekaan Amerika Serikat diperingati setiap tanggal 4 Juli. Untuk merayakannya, masyarakat di sana biasa melihat festival kembang api di dekat sungai atau membuat barbekyu bersama keluarga.

Puncak perayaan kemerdekaan akan diadakan acara kembang api tahunan di Kota New York. Momen tersebut biasanya menarik lebih dari 3 juta penonton dan dianggap sebagai perayaan Hari Kemerdekaan terbesar di negara tersebut.

 

9. PERU – Fiestas Patrias

Peru merayakan hari kemerdekaannya dari Spanyol pada hari yang dinamakan Fiestas Patrias, rutin diselenggarakan setiap 28 dan 29 Juli. Untuk merasakan kemeriahannya, pergilah ke Lima, di malam Hari Kemerdekaan kamu bisa menikmati musik dan tarian Marinera di Parque de Muralla, yang diikuti dengan kembang api besar. Untuk mengenang hari di mana General de José San Martin memproklamasikan kemerdekaan Peru pada 28 Juli 1821, nikmatilah sejumlah aktivitas seremonial. Misalnya hormat dari 21 meriam, pengibaran bendera, misa di Katedral Lima, dan pidato Presiden. Pada 29 Juli, selebrasi masih berlangsung dengan adanya parade militer. Kamu bisa menikmatinya sambil minum minuman Peru, Pisco, dan bersulang dengan warga lokal selama festival di Parque Kennedy. Jika waktunya tepat, kamu mungkin ingin bergabung di parade Corso de Wong di mana ada kemeriahan dari para pengisi acara, perayaan terapung, dan naga-naga. Kamu bisa juga menyusuri jalan-jalan utama, seperti Avenida de 28 de Julio untuk menyaksikan perayaan yang penuh warna dan sangat meriah.

 

10. MEKSIKO – Parade Grito de Dolores

Meksiko merayakan hari kemerdekaannya setiap tanggal 15 September. Di hari yang istimewa ini, orang-orang Meksiko akan turun ke jalan dan meneriakkan “Grito de Dolores”, yang merupakan seruan tentara Meksiko saat melawan Spanyol pada tahun 1821.

Perayaan kemerdekaan dimulai dari malam tanggal 15 September dan baru selesai keesokan malamnya di tanggal 16 September. Biasanya perayaan kemerdekaan dilakukan di alun-alun kota di seluruh negeri dan diisi oleh parade, pesta pora, konser, hingga kembang api yang menghiasi langit malam seluruh kota di Meksiko.



Assalamu’alaikum teman-teman. Masih sehat dan lancar semua kan puasanya? Syukur Alhamdulillah kalau masih lancar. Sambil mengisi waktu luang nih, Faba punya artikel menarik nih untuk kalian. Yuk silakan diintip!
Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu umat Islam di dunia. Tidak hanya di Indonesia, tradisi Ramadan di berbagai negara pun sangat berbeda antara satu dan yang lainnya.

1. Jerman

Sebagian besar umat Islam di Jerman berasal dari Turki. Maka tak heran jika atmosfer Turki akan sangat terasa di Jerman saat bulan Ramadan tiba.
Kuliner bernuansa Turki akan ada selama bulan Ramadan di Jerman. Sebut saja suus (minuman berbahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamruddin (jus aprikot), qatayef (kue kering yang direndam sirup gula), dan kalladsch (adonan pilo isi kacang).


                                   Qatayef

2. Jepang

Umat Islam di Jepang akan berkumpul di Japan Islamic Center dan membentuk semacam panitia bulan puasa yang bertugas menyusun kegiatan yang akan digelar selama bulan Ramadan. 
Kegiatan tersebut diantaranya dialog keagamaan, majelis taklim, salat tarawih berjamaah, penerbitan buku-buku keislaman, dan masih banyak lagi. Mereka juga akan menerbitkan jadwal puasa dan mendistribusikannya ke masjid, rumah keluarga muslim, dan restoran halal di seluruh Jepang.


                     Gedung Japan Islamic Center

3. Prancis

Couronne adalah salah satu kawasan di Perancis yang dihuni banyak imigran asal Arab. Di sini saat menjelang bulan Ramadan terdapat tradisi unik, yaitu berbelanja berbagai macam pernak-pernik untuk menyambut bulan Ramadan. Biasanya penjual pernak-pernik ini banyak ditemui di Jalan Pierre Tumbot.


        Penjual makanan di Jalan Pierre Tumbot

4. Turki

Selama Ramadan, masyarakat Turki biasanya memasak makanan tradisional dengan bahan rempah-rempah asli Turki seperti gullac dan pastirma. Namun, buka puasa masyarakat Turki biasanya dimulai dengan sedikit zaitun, kurma, keju turki, roti pilihan yang biasa disebut pide, dan kopi turki hangat.


                                        Pide

5. Arab Saudi

Saat Ramadan, Arab Saudi dipenuhi para peziarah dari dalam maupun dari luar negeri yang hendak melakukan umrah. Umrah di bulan Ramadan diyakini sebagai pembersihan spiritual.


          Kondisi Masjidilharam saat Ramadhan

6. Malaysia

Bubur lambuk adalah salah satu makanan istimewa di Malaysia pada bulan Ramadan. Bubur lambuk adalah bubur beras yang berisi daging sapi cincang dan udang kering dengan rempah-rempah dasar yang terdiri dari bunga cengkeh, bunga lawang, jintan putih, kulit kayu manis, dan lain-lain. Biasanya masyarakat Malaysia memasak bubur ini secara bergotong-royong di beberapa masjid, lalu mereka membagi bubur ini kepada orang umum  dan menjadikannya sebagai makanan untuk berbuka puasa bagi para jemaah di masjid tersebut.


                               Bubur lambuk

7. Rusia

Umat Islam di Rusia umumnya berpuasa selama 17 jam penuh dan merupakan salah satu durasi puasa terlama di dunia. Selain berbuka puasa dengan kurma dan buah-buah lain, umat Islam Rusia juga menyantap makanan berupa roti yang berisi berbagai aneka masakan. Jika isinya labu atau keju, maka disebut khingalsh (Хингалш), jika terbuat dari gandum maka disebut galnash (Галнаш). Sementara untuk minuman, biasanya orang memberikan kvass (Квас), yaitu minuman tradisional Rusia non-alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi yang dicampur dengan perasa buah.


              Kvas, minuman tradisional Rusia

Itu tadi tradisi Ramadan di beberapa negara di dunia. Menarik sekali ya. Lalu bagaimana dengan tradisi Ramadan di daerahmu?


Tahukah teman-teman, bahwa bulan Maret adalah bulan yang penting bagi kota kita tercinta, Kota Bekasi? Yap, karena pada bulan inilah kita memperingati hari jadi Kota Bekasi, tepatnya pada tanggal 10 Maret. Sebelumnya, Kota Bekasi merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi. Pada tahun 1981, Kecamatan Bekasi dinaikkan statusnya menjadi kota administratif dan kemudian pada tanggal 10 Maret 1997 ditingkatkan kembali statusnya menjadi kotamadya. Wah, jangan-jangan Kota Bekasi lebih muda daripada kalian, nih? :D

Kota Bekasi pun menjadi kawasan pemukiman penting bagi perkembangan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Banyak pekerja Jakarta yang berumah di Bekasi, karena makin sempit dan mahalnya hunian di Jakarta.
Kota Bekasi juga sarat akan sejarah, lho. Sebut saja peristiwa Pertempuran Bekasi 29 November 1945, di mana terjadi pertempuran antara pasukan Inggris dengan pemuda dari Pesilat Subang dan Laskar Hizbullah pimpinan KH Noer Ali. Kota Bekasi juga menjadi sumber inspirasi bagi para seniman untuk menuangkan kreasinya, antara lain muncul dalam puisi Krawang-Bekasi karya Chairil Anwar dan dalam dua novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Kranji-Bekasi Jatuh (1947) serta Di Tepi Kali Bekasi (1951). Tak heran, Kota Bekasi mendapat julukan sebagai Kota Patriot.

Etimologi
Dalam catatan sejarah, nama “Bekasi” memiliki arti dan nilai sejarah yang khas. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno, pada awalnya Bekasi dikenal sebagai chandrabhaga, di mana nama ini adalah nama sungai yang melewati area ini. Ini tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara. Chandra sendiri berarti ’bulan’, dan bhaga berarti ’bagian’. Jadi arti harfiahnya "bagian dari bulan". Pada perkembangannya, nama Chandrabhaga berubah menjadi Bhagasasi (sasi artinya ’bulan’ dalam bahasa Jawa). Pada zaman penjajahan Belanda daerah ini sempat disebut Bacassie, hingga akhirnya menjadi Bekasi sampai saat ini.

Seni Budaya
Sulit menetapkan kesenian Kota Bekasi karena warga kota ini adalah percampuran antara budaya Sunda, Jawa Barat dan budaya Betawi. Berbeda dengan Kabupaten Bekasi yang sebagian besar penduduknya orang Sunda, saat ini kebanyakan warga Kota Bekasi berasal dari Jakarta.

Bahasa Bekasi benar-benar khas karena bila diperhatikan, orang asli atau yang sudah lama tinggal di Bekasi akan berbicara dengan bahasa Sunda, atau terkadang hanya logatnya. Dengan membawa keaslian Sunda tersebut, Bekasi yang notabene adalah kota urban, terkena imbas budaya Betawi yang begitu mudah masuk dan mempengaruhi nilai-nilai sosial, termasuk bahasa. Seringkali orang Bekasi dapat dikenali kesundaannya dari logat dan nada yang digunakan. Namun diksi dan kata-kata yang dipilih lebih mengarah ke bahasa Betawi. Sehingga dapat disimpulkan bahasa Bekasi adalah percampuran antara Betawi dan Sunda yang membuat bahasanya lebih menarik dan unik.

Sejak masa Kerajaan Pasundan, beberapa kesenian asli daerah muncul seperti kesenian Tari Topeng dan kesenian Ujungan. Tarian Topeng yang biasa dikenal dengan Topeng saja merupakan salah satu jenis kesenian khas Bekasi yang relatif masih ada dan banyak penggemarnya, sama halnya dengan musik gambus. Topeng Bekasi ini biasanya dimainkan untuk memeriahkan upacara perkawinan, khitanan, dan haulan akan tetapi bisa juga dimainkan dalam acara–acara resmi seperti menyambut tamu, pentas seni, dan kampanye pemilu. Walaupun dinamakan tarian topeng namun kesenian ini tidak didominasi oleh tarian saja tapi juga menampilkan lawakan (komedi) yang biasanya menyangkut kisah kehidupan masyarakat kecil. Tari topeng biasanya diiringi oleh beberapa alat musik tradisional seperti gendang, rebab, gong, kenong tiga, dan kecrek.
Sementara Kesenian Ujungan yaitu kesenian dengan memukul betis dan tulang kering. Dengan memanfaatkan aren, seorang pemain Ujungan langsung meloncat-loncat dengan bergaya lucu. Agar tidak terkena penonton, maka arenanya dipersiapkan terpisah. Sejak tumbuh di jamannya, permainan Ujungan ini sangat digemari warga Kota Bekasi.

Kuliner
Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, pada masyarakat Bekasi dikenal beberapa jenis makanan khas yang sering disajikan pada acara-acara tertentu atau hari raya seperti dodol. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah dan kelapa.
Kuliner Bekasi yang masih dalam kategori kue basah di antaranya adalah jalabia, cucur, kue bugis, kue pepe, putu mayang, talam, kue pisang, lopis, kue cincin, geplak, onde-onde, dan gemblong.

Selain jenis kue basah ada beberapa penganan asli Bekasi yang termasuk kategori jenis kue kering di antaranya akar kelapa, rengginang, wajik, sagon, kue satu, kue procot, kue duit, dan kue brangas.

Sementara itu, menu makanan atau kuliner yang sangat dikenal di Bekasi adalah sayur asem khas Bekasi, rasanya agak sedikit asam bila dibandingkan dengan jenis sayur asem di daerah lain. Di samping itu ada satu jenis sayuran yang khas, yaitu sayur ikan gabus atau sayur pucung. Sayur ikan gabus biasanya dimasak dengan menambahkan campuran pucung atau kluwek yang berwarna hitam dan memiliki aroma serta rasa yang khas. Selain kuliner sayur asem dan sayur ikan gabus, masih ada satu lagi kuliner yang cukup terkenal di Bekasi yaitu soto betawi asli daging sapi. Kalau di Jakarta soto betawi dicampur dengan jeroan, maka di Bekasi tidak memakai jeroan. Isinya hanya daging sapi, kentang goreng, emping, dan irisan daun bawang kemudia diberi kuah santan yang dimasak dengan bumbu-bumbu tradisional seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, sereh, dan lada.

Wah, banyak sekali ya hal unik tentang kota kita. Tahun ini kota kita sudah berumur 23 tahun. Di usia 23 tahun ini, tentu Kota Bekasi banyak mengalami perubahan yang signifikan. Tentu kita semua juga ingin kalau kota kita maju sehingga visi Kota Bekasi yaitu “Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai menuju masyarakat yang cerdas, kreatif, maju, sejahtera dan ihsan” bisa tercapai.

Oh iya, biasanya pemerintah Kota Bekasi rutin menyelenggarakan acara peringatan hari jadi, di antaranya dengan mengadakan arak-arakan, karnaval, atau pesta kuliner. Sebagaimana tahun ini, awalnya akan diadakan ”Bekasi Culinary Night” yang rencananya akan diadakan pada 14 Maret 2020. Namun sayang, karena pandemi koronavirus yang sedang melanda Indonesia, maka acara batal diadakan demi keselamatan bersama. Stay safe, kawan-kawan, jaga agar tetap aman dan jangan lupa sering cuci tangan dengan sabun hingga bersih, ya!



Sumber:
https://historia.id/historiografis/articles/pertempuran-bekasi-29-november-1945-P3e3k
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/riwayat-bekasi-tempo-doeloe-ckrq
https://westjavainc.org/municipal/kota-bekasi/

Hai, Sobat SPEKTA!

Pasti yang ada di pikiran kalian setiap dengar kata Valentine tuh coklat, bunga mawar, atau boneka beruang berbulu warna pink. Semua toko juga menjual aksesoris berwarna pink yang unyu-unyu gitu. Tapi tau nggak sih, gimana awalnya Hari Valentine itu diperingati sebagai hari kasih sayang?

Sebenarnya, ada banyak versi mengenai asal-usul Hari Valentine ini. Ada yang menyebut bahwa perayaan Hari Valentine bermula dari seorang pendeta asal Roma di abad ke-3 Masehi bernama Santo Valentine. Konon, Kaisar Claudius II melarang orang untuk menikah. Alasannya, karena di zaman itu para pria harus mengikuti wajib militer untuk berperang. Larangan ini diberlakukan agar mereka tidak perlu memikirkan keluarga. Santo Valentine yang melihat kondisi pelik tersebut, secara diam-diam menikahkan penduduk Roma. Namun, perbuatan itu diketahui oleh Kaisar Claudius II. St. Valentine pun ditangkap. Ia kemudian mendekam di penjara, sebelum akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Sebelum dipenggal oleh Kaisar Claudius II, St. Valentine sempat menulis surat pada tanggal 14 Februari. Surat itu berisi ucapan selamat tinggal kepada putri dari kepala penjara yang membuat St. Valentine jatuh hati. From Your Valentine, demikianlah salam terakhir dari St. Valentine kepada gadis tersebut. Kisah ini yang kemudian menjadi awal mula orang-orang mengucapkan Selamat Valentine setiap tanggal 14 Februari.

Sementara versi lain mengatakan bahwa Hari Valentine bermula dari tradisi Romawi yang dikenal dengan Festival Lupercalia. Festival Lupercalia dirayakan pada 14 Februari setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada Faunus (Dewa Kesuburan) dalam tradisi Romawi.

Awalnya, perayaan festival ini dianggap tidak bermoral dan tidak melambangkan kasih sayang sama sekali. Itu karena Festival Lupercalia dianggap sebagai tradisi bangsa Romawi kuno yang identik dengan hal-hal berbau seks. Seorang penulis bernama J.A North dalam bukunya The Journal of Romance tahun 2008 pernah menjelaskan hal itu.
Itu tadi sejarah singkat asal-usul perayaan Valentine. Tentu tiap tempat merayakan Valentine dengan cara yang berbeda. Bahkan, di beberapa tempat cara merayakannya udah bercampur sama kearifan lokal. Penasaran? Yuk kita intip perayaan Valentine mereka...

Korea Selatan
Di Korea Selatan, Valentine dimulai dari Bulan Februari sampai April. Biasanya, cewek yang memberikan coklat, mawar, atau permen pada hari-H Valentine. Baru deh, giliran cowok yang memberikan hadiah pada tanggal 14 Maret atau yang disebut dengan White Day. Nggak berhenti sampai di situ. Ada perayaan 14 April atau yang disebut Black Day yang dikhususkan untuk para jomblo. Pada hari itu, mereka makan jajangmyeon dalam mangkuk berwarna hitam atau mi pasa kacang hitam. Kasian banget ya, para jomblo!

Prancis
Prancis selalu dikenal dengan sebutan negara paling romantis. Pastinya banyak para kekasih yang nggak lupa ziarah ke tempat suci para pecinta ini.  Beberapa pasangan pun memimpikan bisa merayakan hari kasing sayang di sana. Mereka biasanya menaruh gembok “Love Lock Bridge” bertuliskan nama mereka dan pasangan di Pont des Arts. Lalu kuncinya dibuang ke Sungai Seine dengan harapan cinta mereka akan abadi selamanya. Itu di Paris. Kalau di desa St. Veint, perayaan Valentine lebih berbunga-bunga. Maksudnya mereka merayakan dengan bunga dan menanam pohon cinta. Mungkin biar cinta para pasangan terus tumbuh dan bersemi, ya. Bagus tuh, kegiatannya lebih go green. Selain itu, mereka juga bertukar kartu ucapan kasih sayang (cartes d’amities).

Tiongkok
Beralih ke negeri Tirai Bambu. Warga Tiongkok merayakan hari Valetine dengan Festival Qixi (七夕節; qī xī jié). Festival ini bukan dirayakan bulan Febuari, sob, melainkan pada tanggal tujuh bulan tujuh setiap tahunnya. Pada hari perayaan Qixi, perempuan biasanya berdoa agar mendapatkan suami yang baik atau lebih terampil dalam menjahit. Sayangnya, perayaan ini tidak terlalu tradisional dan konsepnya lebih kebarat-baratan.

Jerman
Perayaan Valentine di Jerman identik dengan babi. Wait, babi? Yap, karena menurut tradisi, babi melambangkan keberuntungan dan juga nafsu. Jadi, pada hari itu babi akan banyak ditemukan di Jerman. Pasangan akan saling bertukar patung, gambar, bahkan cokelat berbentuk babi. Berbeda dengan masyarakat Amerika yang menutup Valentine dengan memakan coklat, di Jerman orang-orang akan mengunyah kue jahe berbentuk hati dengan pesan romantis yang ditulis dalam lapisan gula.

Denmark
Bukan hanya mawar merah yang jadi ikon Valentine. Di Denmark ada juga bunga salju (vintergækker) dan puisi lucu yang disebut gækkebreve. Gækkebreve ini dikirim oleh pria dan ditandatangani secara anonim. Jika penerima dapat menebak siapa yang mengirim surat itu, ia akan diberikan telur Paskah di akhir tahun.

Italia
Tidak seperti Amerika, di mana Valentine dirayakan antara teman di sekolah dan keluarga untuk saling bertukar kartu ucapan, Hari Valentine di Italia hanya dirayakan oleh pasangan. Coklat Baci Perugina menjadi kado populer untuk menyampaikan pesan romantis yang ditulis di kertas. Pasangan merayakannya dengan saling menukar Baci Perugina.

Sumber:
https://www.indozone.id/fakta-dan-mitos/6gsYmd/sejarah-asal-usul-valentine/read-all
https://today.line.me/ID/article/8zp57R?utm_source=washare
https://tirto.id

Perayaan Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek adalah tahun baru bagi semua orang Tionghoa, terlepas dari agama apapun yang dianutnya. Imlek berasal dari dialek Hokkian, artinya 'Kalender Lunar' (im = lunar atau bulan; lek = kalender). Dalam dialek Mandarin, Imlek adalah Yīnlì (阴历) . Meskipun disebut kalender lunar, sebenernya perayaan Imlek juga didasarkan dari kalender solar. Dengan kata lain, perayaan Imlek didasarkan pada kalender lunisolar (gabungan perhitungan matahari dan bulan).

Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini (2571 Kongzili/孔子立) jatuh pada tanggal 25 Januari 2020. Imlek selalu dirayakan antara tanggal 21 Januari dan 20 Februari, yaitu pada saat bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin pada bulan Desember. Jadi Tahun Baru Imlek selalu 21-51 hari di belakang tahun baru kalender Gregorian (kalender internasional yang kita gunakan saat ini).

Bagaimana dengan perayaan Imlek di Indonesia?

Di Indonesia, pada awalnya perayaan Tahun Baru Imlek diatur dengan Penetapan Pemerintah Tahun 1946 No.2 tentang “Aturan Hari Raya”. Dalam PP itu, Imlek dianggap sebagai hari raya khusus. Namun, Imlek sempat dilarang dirayakan selama tahun 1968-1999 di bawah rezim Orde Baru kepemimpinan Soeharto melalui Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967. Masyarakat Tionghoa di Indonesia akhirnya kembali mendapatkan kebebasan untuk merayakan Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres No.14/1967, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Keppres No. 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya bagi yang merayakan). Imlek secara resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional mulai tahun 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Seperti apa perayaan Tahun Baru Imlek?

Tahun Baru Imlek bukan hanya berbagi angpau dan kue keranjang yang menyertai perayaan itu, tapi juga merupakan rangkaian keagamaan yang ditandai dengan peribadatan kepada Tuhan, kepada alam, dan kepada leluhur. Perayaannya sudah dimulai sejak seminggu sebelum Imlek yang dikenal sebagai Dji Si Siang Ang atau hari persaudaraan. Berlanjut dengan ibadah Chúxī (除夕) pada petang hari satu hari menjelang imlek. Lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama (tāngyuán/汤圆). Esok paginya pada hari pertama Imlek, semua bersembahyang menyampaikan syukur kepada Tuhan dan leluhur seraya menyampaikan prasetya dan komitmen untuk berusaha lebih baik lagi dalam menjalani tahun baru, yang dilanjutkan dengan memberi hormat kepada orang tua dan saudara-saudara lain.

Apa saja sih yang dilakukan oleh orang Tionghoa pada saat Imlek? 

Saat Tahun Baru Imlek orang Tionghoa umumnya akan melakukan 4 hal ini.
1. Memasang dekorasi serba merah. Merah merupakan warna utama pada festival Imlek dan dipercaya sebagai warna keberuntungan, sedangkan lentera merah yang digantung menggambarkan kemakmuran.
2. Mengadakan makan malam bersama keluarga inti pada malam tahun baru.
3. Menyalakan kembang api pada malam tahun baru.
4. Memberikan angpau dan atau hadiah lainnya pada saat hari tahun baru imlek. Dalam tradisi orang Tionghoa, seseorang wajib memberikan angpau terutama orang yang telah menikah. Pernikahan merupakan batas antara masa anak-anak dengan usia dewasa. Harapannya pemberian angpau dari orang yang telah menikah bisa memberikan nasib baik kepada orang yang menerima.
5. Saling mengucapkan gōngxǐ fācái (恭喜发财) yang artinya “selamat dan semoga banyak rezeki”.

Hari raya pasti identik dengan makanan dong. Jadi, makanan apa saja yang sering disajikan saat Imlek?

Makanan khas Imlek yang sering disajikan warga Tionghoa di Indonesia antara lain
1. Kue keranjang. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa kue keranjang bermakna 'menutup langit agar tidak hujan'. Maksudnya untuk mencegah agar tidak terjadi hal-hal buruk. Kue keranjang atau nián’gāo (年糕) juga bermakna 'tahun mendatang yang lebih baik'.
2. Siu Mie atau mi panjang. Seperti yang banyak diketahui, makna dari makan mi ini adalah umur panjang. Namun ada makna lain yang terkandung yakni kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah. Karena itu, makan mi ini sebaiknya menggunakan sumpit agar tidak putus.
3. Salad Yu Sheng. Yu Sheng bermakna 'peruntungan'. Biasanya menjadi makanan pembuka. Makanan ini berupa salad warna warni karena merupakan simbol kombinasi berbagai sayuran dan ikan segar. Sajian khas Imlek ini berasal dari Singapura sekitar tahun 1960-an.
4. Ikan bandeng. Ikan dianggap sebagai simbol rezeki dan kemakmuran. Ikan yang disajikan saat Imlek memang tidak melulu ikan bandeng. Pilihan ikan bandeng ini lebih khas dengan warga Tionghoa Indonesia dibanding dengan warga Tionghoa lain.
5. Manisan atau permen. Saat Imlek, manisan disajikan dalam baki atau tempat makan berbentuk persegi delapan yang sering disebut tray of happiness atau baki kebahagiaan.
6. Jiǎozi (饺子) atau pangsit. Di Indonesia, jiaozi disebut juga kue tie. Sering ditemukan dalam sajian dimsum. Jiaozi juga sering disebut dengan ‘yuán bāo’ (元包) atau roti uang. Bentuk dari pangsit ini memang dibuat menyerupai uang Tiongkok di masa lampau. sesuai dengan namanya makanan ini bermakna harapan akan kelancaran rezeki dan keberhasilan usaha di tahun mendatang dengan memakan uang.
7. Sup hisit atau sup sirip ikan. Sup sirip ikan sudah terkenal sejak zaman kekaisaran Tiongkok. Makanan ini memiliki prestise yang tinggi karena semakin langka ikannya, semakin mahal pula harganya.
8. Olahan daging babi. Menu daging babi merupakan salah satu makanan wajib bagi semua masyarakat Tionghoa.

Nah itu tadi sekilas mengenai budaya Imlek. Menarik sekali ya. Bagaimana dengan budaya perayaan Imlek di daerah tempat tinggalmu?





HUBUNGAN BAHASA DAN KEBUDAYAAN

Bahasa dan Kebudayaan keduanya merupakan dua bagian yang saling berkaitan dengan pemiliknya dimana posisi bahasa sebagai alat interaksi dan budaya letaknya seperti penghias atau background, karena bahasa akan mengikuti aturan budaya seorang bertempat tinggal dimana baik dari segi ucapan maupun ekspresi dsb.ada beberapa keterkaitan antara bahasa dan kebudayaan yakni:
Bahasa dan budaya mempunyai hubungan subordinatif.

Bahasa dan budaya dikategorikan sebagai hubungan yang subordinatif dimana bahasa di bawah lingkup kebudayaan namun demikian tidak menutup kemungkinan satu dari keduanya ada yang lebih awal. Dalam hal ini tentu ada yang menjadi main system dan subsystem. Kebanyakan ahli mengatakan bahwa kebudayaan lah yang menjadi main system sedangkan bahasa hanya merupakan sub system. Tidak ada atau belum yang mengatakan sebaliknya

Bahasa dan budaya mempunyai hubungan koordinatif.

Seiring kebudayaan itu ada begitu juga bahasa berperan aktif bersamaan, oleh karena itu keduanya mempunyai posisi yang sederajat atau kedudukan sama tinggi. Lebih lanjut bahwa bahasa dan budaya merupakan dua system yang melekat pada manusia. Bahasa sebagai satu system yang mengatur interaksi manusia didalam masyarakat sedangkan bahasa sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu

Bahasa adalah cerminan budaya yang dihasilkan.

Bahasa sering dianggap sebagai produk sosial atau produk budaya bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan itu. Sebagai produk sosial atau budaya tentu bahasa merupakan wadah aspirasi sosial, kegiatan dan prilaku masyarakat, wadah penyingkapan budaya termasuk teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Bahasa bisa dianggap sebagai cermin zamannya artinya bahasa itu dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi dalam masyrakat. Sebelum mengenal traktor dan timbangan petani bali dan jawa mengenal berbagai istilah ikatan padi, menanam, dan menuai padi. Dan itu tercemin dalam kamus bahasa. Sekarang mereka tidak mengenal istilah-istilah itu, setidaknya mengenal istilah karung, kwintal, ton, prestisida dan semacemnya.

Misalnya masyarakat Eskimo dan lapp memiliki kosa kata yang kaya bagi beraneka ragam salju, penduduk pulau-pulau Faroe di Atlantik Utara memiliki suatu bahasa yang kata-katanya banyak berhubungan dengan kapal dan penangkapan ikan. Teori ini digagas oleh seorang antropolog dan linguis terkenal yakni Edward Sapir.

Bahasa dan budaya mencerminkan penuturnya.

Bahasa sebagai hasil budaya, mengandung nilai-nilai masyarakat penuturnya. Dalam bahasa bali terdapat ungkapan berbunyi “dia ngaden awa bisa” {secara harfiah berarti jangan menganggap diri ini mampu}, mengandung nilai ajaran agar orang jangan merasa bisa, yang kira-kira senada ungkapan dalam bahasa jawa “rumongso biso, nanging ora biso rumongso” {merasa mampu tapi tidak mampu merasakan apa yang dirasa orang lain}
Jadi bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu. Dengan demikian hubungan bahasa dan kebudayaan seperti anak kembar siam, dua buah fenomena sangat erat sekali bagaikan dua sisi mata uang, sisi yang satu sebagai sistem kebahasaan dan sisi yang lain sebagai sistem kebudayaan.
Sekian sesi Sharing kali ini, semoga bermanfaat!

Salam SPEKTA!

Penulis : Abdul Hakim

Kehidupan Beragama di Prancis


Prancis adalah negara sekuler “Laicite” (berdasarkan hukum atau undang-undang yang memisahkan antara agama dan negara pada tahun 1905).

Laicite/sekularisme merupakan sebuah prinsip yang sangat melekat di masyarakat Prancis: hal itu merupakan sebuah simbol untuk menyatukan berbagai pendapat yang ada, menyatukan seluruh agama atau kepercayaan yang berbeda-beda. Tidak sama dengan Indonesia dimana agama tertulis pada kartu identitas, Prancis justru melarang pertanyaan yang berhubungan dengan agama atau memasukkan unsur agama dalam urusan hukum negara.  Negara dan agama adalah dua hal yang terpisah di Prancis.

Dalam sejarahnya, Prancis awalnya adalah negara Kristen (Katolik dan Protestan), hal tersebut menjelaskan mengapa akan banyak menemukan berbagai gereja, katedral, kapel di berbagai kota maupun pedesaan di Prancis.


Saat ini, hanya sekitar 35% dari populasi Prancis yang menyebutkan agama atau kepercayaan mereka. Dan pada prosentasi tersebut, hanya ada sedikit saja yang mempraktekkan agama atau kepercayaan mereka.

Semua agama diperbolehkan di Prancis.  Namun, tidak ada angka statistik yang pasti (karena Prancis tidak melibatkan agama dalam urusan negara mereka: kembali lagi ke konsep laicite); Agama terbesar disana adalah Katolik dan kedua Islam dengan 5 juta muslim dan 5000 mualaf tiap tahunnya. Agama lainnya ada, kristen , Protestan, Budha, yahudi, atheis, dll





Dalam kehidupan sehari-hari, orang Prancis berbicara terbuka mengenai agama, tetapi mereka biasanya tidak akan mengatakan apa agama mereka. Agama yang mereka anut bukanlah suatu hal yang penting untuk diumumkan kepada orang-orang lain di sekitarnya. Ini merupakan salah satu cara untuk menghormati agama yang dianut oleh orang lain dan tidak mencampuri urusan pribadi orang lain.

Pemakaian simbol-simbol keagamaan (kalung salib, jilbab,dll) merupakan salah satu cara untuk menunjukkan agama atau kepercayaan, dan simbol-simbol tersebut dilarang di sekolah-sekolah (dari SD s/d SMA)-(berdasarkan UU tahun 2004, pasal L.141-5-1 pasal mengenai Pendidikan). Akan tetapi, pada institusi pendidikan tinggi (seperti di Universitas), simbol-simbol agama tersebut diterima dan dapat ditolerir. Hal-hal yang telah dijelaskan di atas dimaksudkan agar kita dapat memeluk dan mempraktekkan agama kita, tanpa mengganggu atau membuat tidak nyaman orang lain yang menganut agama yang berbeda dengan kita.



Ditulis oleh : Dayi Narashini Pendit (@dayinarapendit)
Diberdayakan oleh Blogger.